Resmi Dilantik! Gema Keadilan Bali Siap Jadi Motor Perubahan dan Ruang Inklusif Pemuda

DENPASAR — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gema Keadilan Provinsi Bali periode 2026-2031 resmi dilantik pada Minggu (25/10/2026) di Hotel Four Star, Denpasar.

Pelantikan ini menjadi momentum untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah serta mendorong lahirnya pemimpin muda yang berintegritas dan peduli terhadap persoalan masyarakat.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gema Keadilan, Rahmat Saleh, Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bali, Zulrachmad Lonthor, Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) PKS Bali, Hilmun Nabi, serta Ketua Gema Keadilan Bali, Ervan Heppyda. Turut hadir jajaran pengurus PKS Bali, perwakilan organisasi sayap partai, organisasi kepemudaan, dan elemen mahasiswa di Bali.

Dalam sambutannya, Ketua DPW PKS Bali, Zulrachmad Lonthor, atau yang lebih dikenal dengan Kang Zul, mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam menentukan masa depan Bali. Menurutnya, pemuda tidak cukup hanya menjadi penerus bangsa, tetapi juga harus hadir sebagai bagian dari solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh bersikap apatis atau hanya berfokus pada kepentingan pribadi. Sebaliknya, pemuda harus memiliki empati, kepedulian sosial, serta keberanian untuk menyuarakan persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

“Anak muda tidak boleh apatis atau hanya memikirkan dirinya sendiri. Pemuda harus memiliki empati terhadap persoalan masyarakat dan berani mengambil peran sebagai pelopor perubahan.” demikian pesan Kang Zul dalam sambutannya.

Kang Zul juga mengingatkan bahwa kebijakan politik memiliki pengaruh terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu, generasi muda perlu memahami dinamika yang terjadi di sekitarnya dan berani mengambil bagian dalam memperjuangkan perubahan.

Sementara itu, Ketua Gema Keadilan Bali, Ervan Heppyda, mendorong jajaran pengurus untuk menjadi agen perubahan yang aktif menyuarakan aspirasi masyarakat serta mengawal penyelesaian berbagai isu strategis di Provinsi Bali.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, pemuda perlu membangun sinergi dengan berbagai elemen karena perubahan tidak dapat diwujudkan melalui gerakan sendiri-sendiri.

“Ketika ada isu yang menyangkut kesejahteraan rakyat, kita sebagai pemuda harus berjuang dan bersinergi. Kita tidak bisa berjuang sendiri, sehingga perlu membangun kolaborasi dengan berbagai elemen untuk menghadirkan perubahan.” tegas Ervan.

Ervan juga menjelaskan bahwa kepengurusan Gema Keadilan Bali saat ini memasuki periode pertama, sementara organisasi di tingkat pusat telah mencapai periode kelima. Hal tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas kontribusi pemuda bagi masyarakat Bali.

Dalam arahannya, Ketua Umum DPP Gema Keadilan, Rahmat Saleh, menegaskan bahwa Gema Keadilan merupakan organisasi sayap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang berperan sebagai inkubator kepemimpinan inklusif.

Menurutnya, Gema Keadilan terbuka bagi generasi muda dari berbagai agama, budaya, dan latar belakang yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

“Gema Keadilan menjadi ruang bagi generasi muda untuk belajar, bertumbuh, dan mempersiapkan diri sebagai pemimpin masa depan. Perbedaan agama, budaya, dan latar belakang bukan penghalang untuk bersama-sama berkontribusi bagi bangsa selama kita menjunjung tinggi Pancasila dan UUD 1945,” demikian pesan yang ditekankan dalam arahannya.

Rahmat juga menyoroti pentingnya regenerasi kepemimpinan dengan memberikan ruang lebih luas bagi keterlibatan anak muda dan perempuan dalam politik. Dalam arahannya, ia menyampaikan kebijakan keterwakilan anak muda sebesar 30 persen dan perempuan sebesar 30 persen dalam struktur kepemimpinan partai sebagai bagian dari upaya mendorong regenerasi kepemimpinan.

Pelantikan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dengan berbagai organisasi kepemudaan di Bali, baik dari internal maupun eksternal partai. Kolaborasi tersebut mencakup berbagai elemen, di antaranya Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG), Garda Pemuda NasDem, Banteng Muda Indonesia (BMI), Bintang Muda Indonesia (BMI), serta komunitas pemuda lintas agama dan budaya.

Melalui kepengurusan yang baru, Gema Keadilan Bali diharapkan mampu membangun gerakan kepemudaan yang inklusif, responsif terhadap persoalan masyarakat, serta aktif menghadirkan gagasan dan solusi bagi kemajuan daerah.

Pelantikan ini menjadi langkah awal bagi Gema Keadilan Bali untuk memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kolaborasi lintas elemen, dan mendorong generasi muda mengambil peran nyata dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat serta berkontribusi bagi masa depan Bali. (SL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

@PKS Bali
This error message is only visible to WordPress admins

Error: No feed with the ID 1 found.

Please go to the Instagram Feed settings page to create a feed.

Press ESC to close